Penyebab Kelahiran Prematur

kelainan rahim

Kelahiran prematur bakal berdampak jelek terhadap bayi, sejak mulai kesukaran kognitif, penglihatan, pendengaran sampai kematian. Mari kenali faktor risiko dan penyebab kelahiran prematur supaya Mama sanggup menyongsong buah hati yg sehat sempurna.

Nah, salah satu penyebab kelahiran prematur yakni adanya kelainan kepada rahim Ibu. Berikut diantaranya :

Miom dan Kista

Lewat sensor USG, dokter obsgin bisa mendeteksi kelainan terhadap rahim seperti adanya miom dan kista. Kista yaitu tumor yg berisi cairan. Ada kista yg muncul waktu kehamilan lantaran bersifat “fungsional” dan bakal menghilang sesudah plasenta terbentuk komplit. Ada serta kista yg tumbuh lantaran dipengaruhi hormon estrogen.

Dokter obsgin dapat mengawasi perkembangan kista terhadap Ibu hamil. Jikalau kista tetap ada dan terus membesar melebihi 5 centi meter sesudah umur kehamilan 16 pekan, dokter obsgin dapat melaksanakan aksi pembedahan. Pasalnya, kista yg terus membesar mampu meningkatkan risiko kelahiran prematur. Seandainya janin telah kuat di umur kehamilan 16-20 pekan, kista mampu dibuang. Aman dilakukan dikarenakan kista tumbuh di luar rahim.

Penanganannya tidak sama bila dokter obsgin menemukan miom dalam rahim Ibu hamil. Miom merupakan jaringan yg tumbuh di dalam atau sekitar rahim, maka dokter obsgin cuma dapat mengawasi perkembangan miom dan pengaruhnya kepada janin tidak dengan mengangkat miom tersebut.

Mengangkat miom dari rahim berpotensi memunculkan perdarahan hebat. Rata-rata, miom bakal ikut berkurang dengan rahim tiga bulan sesudah Ibu melahirkan. Sesudah itu baru miom dapat dioperasi, sebelum Ibu hamil lagi untuk mencegah kendala berulang. Jika miom menyebabkan perdarahan atau kontraksi sebelum waktunya, kebanyakan dokter obsgin dapat memberikan obat penguat kandungan dan meminta Mama bedrest keseluruhan sambil tetap mengawasi keadaan kehamilannya.

Inkompetensi Serviks

Normalnya, waktu kehamilan sudah memasuki umur 37-40 pekan, serviks (mulut rahim) mulai sejak terhubung dan memendek supaya bayi dapat ke luar. Tapi, jikalau serviks mengalami keadaan ini kepada trimester 2 sebelum dikala persalinan, istilahnya dinamakan bersama inkompetensi serviks. Kebanyakan disebabkan perihal bawaan dan diketahui sesudah Ibu mengalami kelahiran prematur berulang kali.

Dalam keadaan ini, upaya yg dapat dilakukan buat mencegah kelahiran prematur yakni dengan mengikat mulut rahim (cervical cerclage). Rata-rata, pengikatan mulut rahim dilakukan terhadap umur kehamilan 16—18 pekan bergantung pada keadaan Ibu dan janin. Operasinya dilakukan dengan pembiusan lokal memakai benang berdiameter 0,5 cm. Pada waktu kehamilan mencapai umur 36—37 pekan atau dikala bayi siap dilahirkan, benang bakal dilepas kembali.