Penderita Kista Ovarium Tetap Bisa Hamil

kista ovarium

Walau seorang perempuan mempunyai kista di indung telurnya atau ovarium, bukan berarti dia tak sanggup hamil & punyai anak. Kehamilan tetap mampu berjalan, meskipun kemungkinannya menyusut di bandingkan wanita sehat yg tidak dengan kista.

Kista sebetulnya yaitu massa abnormal dari jaringan yg terbentuk kala sel-sel membelah lebih dari yg harusnya, atau tak mati disaat sel-sel itu mestinya mati. Massa abnormal ini dalam istilah medis dinamakan neoplasma. Sifatnya mungkin jinak (bukan kanker) atau sebaliknya ganas (kanker). Neoplasma dinamakan pula tumor.

Dinamakan kista ovarium, sebab tumor jinak ini terbentuk di indung dalam telur, berupa kantong abnormal berisi cairan yg bercampur bersama massa padat.

Kista ovarium lebih sering hadir tidak dengan gejala terutama seandainya ukurannya kecil. Apabila kista semakin membesar, barulah muncul rasa tak nyaman lantaran disertai gejala-gejala seperti : perut terasa penuh, berat, kembung, tekanan terhadap dubur & kandung kemih (susah buang air kecil), haid tak rutin, nyeri panggul yg menetap atau kambuhan yg akan tersebar ke punggung bawah & paha, nyeri ketika bersenggama, mual, mau muntah, atau pengerasan payudara serupa kala hamil.

Waspadalah bila gejala-gejala itu mulai sejak terasa. Utarakan terhadap dokter supaya dapat serta-merta mendapat penanganan. Demikian calon ibu hamil dinyatakan mempunyai kista pada indung telurnya, sensor lanjutan mesti dilakukan dengan cara berkala.

Para ahli menyebut tak ada upaya pencegahan spesifik yg bisa dilakukan biar kita terhindar dari kista. Upaya maksimal yg sanggup dilakukan merupakan mengaplikasikan pola hidup sehat, mengelola stres dgn bijak, & memeriksakan diri sesegera bisa saja demikian gejala-gejala yg disebutkan berjalan.

Beruntung, kista ovarium rata-rata sanggup dikalahkan oleh kehamilan. Kala kehamilan makin membesar, berjalan perebutan lokasi, maka pertumbuhan kista mengalami kemandekan, bahkan berakhir.

Bila ibu hamil & kista tak menunjukkan tanda-tanda mengecil, operasi pengambilan kista mampu ditunda hingga persalinan. Terutama bila kista itu bukan kanker, tak membesar, & tak ada tanda terpuntir.

Sebaliknya, jikalau kista menganggu, operasi pengangkatan bakal dilakukan di umur kehamilan 16-20 pekan, disaat plasenta telah terbentuk dgn risiko keguguran minimal.