Operasi Bukan Satu Satunya Cara Sembuhkan Endometriosis

Operasi Bukan Satu Satunya Cara Sembuhkan Endometriosis – Penyakit endomeriosis adalah salah satu kelainan yg menyerang sistem reproduksi perempuan. Penyakit ini muncul diwaktu jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh diluar rongga rahim (seperti kista).

Operasi Bukan Satu Satunya Cara Sembuhkan Endometriosis

Ketua Endometriosis Center RSUP Fatmawati dr. M Luky Satria SpOG, K-Fer mengungkapkan bahwa tidak cuma terapi hormon, saat ini pengangkatan endometriosis mampu lewat mekanisme bedah laparoskopi. Tapi, seandainya keluhannya cuma nyeri saja sang dokter mengungkapkan bahwa penanganannya mampu diberikan obat-obatan.

“Jika terapi hormon tidak membuahkan hasil, maka opsi terakhir yaitu operasi. Tapi bisa langsung operasi kalau endometriosisnya sudah lebih dari 4 cm. Namun harus diperhatikan bahwa dalam pelaksanaan operasi, ada faktor yang mesti dipertimbangankan yaitu usia, jumlah cadangan telur, tingkat nyeri, dan tingkat keparahan,” terangnya.

Baca juga : Perbedaan Antara Kista, Mioma serta Endometriosis

Pengangkatan endometriosis ini serta mesti dilakukan dengan cara higienis, hal ini bertujuan buat menghindari kekambuhan. Apabila operasi tak optimal, sehingga bukan tak mungkin pasien justru bakal mengalami kekambuhan.

Melihat keadaan tersebut, dikala ini rata-rata dokter pun telah menyarankan supaya operasi pengangkatan endometriosis dilakukan terhadap jenis bedah laparoskopi, dengan teknik minimal invasif dan memanfaatkan teleskop kecil. Tipe bedah ini mempunyai keunggulan yang dapat melihat seluruh bercak endometriosis di organ perut.

“Dengan melihat lebih jelas, maka operasi pengangkatan endometriosis bisa lebih bersih. Kalau ada dokter yang menyarankan bedah laparotomi biasa, sebaiknya ditolak saja. Karena kalau operasi pertama tidak optimal, selain dapat menyebabkan kekambuhan untuk melakukan operasi kedua atau selanjutnya akan lebih sulit,” sambungnya.

Apalagi seandainya telah berlangsung perlengketan atau cedera organ sekitar. Dalam keadaan ini, dokter rata rata terpaksa melakukan pengangkatan rahim dan indung telur terhadap pasien. Otomatis pasienpun beresiko besar buat mengalami menopause dini dan bagi yg telah menikah tak bisa mempunyai keturunan.

Maka, Luky menyarankan saat pasien telah melaksanakan operasi baik laparoskopi ataupun pembedahan biasa, sebaiknya rajin mengontrol keadaan rahimnya ke dokter. Ini bermanfaat buat mencegah kekambuhan dan risiko pascaoperasi yang lain.