Kista Rahim Lebih Berpotensi Menjadi Kanker Dibanding Miom

Pengobatan Kista Rahim,- Kesehatan organ intim wanita belakangan menjadi banyak perhatian seiring dengan meningkatnya kasus kanker atau tumor di area tersebut. Biasanya awalnya berupa jinak. Namun kelamaan benjolan yang tidak wajar berubah menjadi ganas.

KistaYang perlu dipahami, benjolan tersebut tumor jinak jika kondisinya tidak sampai ganas. Bila sudah menyerang sel-sel sehat maka statusnya menjadi tumor ganas atau disebut kanker. Pada kasus di organ rahim, benjolan yang sering muncul adalah miom dan kista.

Seperti dilansir laman Okezone, kebanyakan miom tidak berakhir dengan kondisi menjadi kanker. Dengan penanganan operasi yang benar, miom sering diketahui tidak tumbuh kembali. Di samping itu, sebuah miom kecil seukuran kacang hijau baru akan tumbuh besar setelah mencapai puluhan tahun.

Miom kerap menyerang rongga rahim. Jika saluran rahim sampai terhambat maka dapat mengganggu kehamilan. Namun bila tidak, wanita masih tetap bisa terbuahi sel telurnya. Miom tidak perlu dioperasi jika tidak ada keluhan yang muncul seperti darah haid mendadak cukup banyak atau nyeri haid berlebihan. Jika ukurannya cukup besar mungkin harus dilakukan tindakan operasi.

Tapi, tidak demikian jika serangan tumor itu berupa kista. Kista yang sering bersarang di ovarium dapat berubah menjadi agresif dan membentuk kanker (tumor ganas). Terutama pada kista ovarium yang berunsur padat, punya dinding tidak rata.  Saat menyerang, kista ini disertai adanya cairan di rongga perut yang uncul di ovarium kanan dan kiri.

Kista yang berpeluang menjadi kanker memiliki cairan berwarna coklat kental. Dalam medis, massa ini kerap dinamakan kista endomtriosis yang bisa menyerang ke sel-sel sehat lainnya dan kerap kambuh.

Semua bentuk kista ovarium dapat menganggu reproduksi terutama jika ukurannya mencapai 4 cm. Oleh sebab itu, sebaiknya penanganan kista ini jangan sampai terlambat. Jika terdeteksi lebih dini lebih mungkin untuk sembuh secara tuntas.