Benjolan Ganglion di Pergelangan Tangan

Kemunculan benjolan kecil pada pergelangan tangan dan kaki pastinya mengundang rasa tidak nyaman dalam kalangan individu, terutama bagi para wanita.

Selain terlihat aneh dan jelek, individu pasti menyangka benjolan tersebut kemungkinan terjadi karena serangan penyakit yang serius.

Namun, menurut Ahli Konsultasi Bedah Ortopedi Pusat Medis Tropicana Kota Damansara, Selangor, Dr. Hisham Kunhimon, individu tidak perlu khawatir karena benjolan yang disebut kista ganglion itu sering terjadi dalam kalangan orang banyak dan tidak mengundang bahaya.

Jelas Hisham, kista ganglion merupakan sejenis penyakit tumor benjolan kecil berbentuk cair dekat sendi atau tendon pasien.

“Penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita yang berumur antara 15 sampai 45 tahun dan jarang terjadi pada anak-anak maupun orang tua.

“Meskipun penyakit ini sering terjadi dalam kalangan publik sejak berabad yang lalu, namun dokter masih belum bisa mengidentifikasi penyebab pasti munculnya tumor di daerah-daerah tersebut,” jelasnya.

Pokoknya ujar Hisham, ada beberapa teori yang mungkin bisa menjawab bagaimana tumor tersebut terjadi di sekitar daerah sendi dan tendon.

“Pertama, itu terjadi kemungkinan karena reaksi tubuh terhadap cedera berulang di daerah terlibat dan seterusnya menghasilkan benjolan cairan.

“Kedua, ia juga bisa terjadi karena cairan yang keluar di membran tendon atau kapsul sendi yang lemah dan akhirnya membentuk benjolan cairan di bawah lapisan kulit,” jelasnya.

Jelas Hisham, bukan itu saja, penyakit kista ganglion juga dapat terjadi karena frekuensi gerakan berulang yang dilakukan di bagian-bagian tersebut.

Kista ganglion amat sering dihidap oleh anggota senam, pemain biola dan individu yang banyak menggunakan sendi-sendi tangan dalam menjalani aktivitas harian mereka.

Tanda-tanda

“Di dalam benjolan ini ada cairan yang sama isinya dengan cairan sendi seperti glukosamine, hyaluronat dan musin. Namun, cairan ini density lebih pekat seperti jeli, berwarna jernih dan tidak berbau.

“Biasanya, benjolan tersebut memiliki ukuran berukuran antara 1 sampai 3 sentimeter. Kadangkala bersifat lembut maupun keras, tergantung pada jumlah konten cairan yang ada di dalam tumor tersebut, “jelasnya.

Kira-kira 85 sampai 88 persen tumor tersebut terjadi di sekitar pergelangan tangan dekat pangkal ibu jari dan tulang jari sementara sisanya pula tumbuh di bagian lutut dan pergelangan kaki.

Jelas Hisham, meskipun tumor tersebut tidak sulit dilacak dan membentuk hampir 50 persen dari tumor dan benjolan di daerah tangan, namun beberapa gejala awal dapat menunjukkan seseorang diserang penyakit kista ganglion.

“Ada beberapa gejala yang menunjukkan serangan kista ganglion yaitu bengkak pada pergelangan tangan pangkal ibu jari, di pangkal kuku tangan, di kaki dan lutut. Pasien terkadang mengalami kesakitan ketika melakukan gerakan pada daerah-daerah tersebut.

“Pokoknya individu tidak perlu khawatir karena tumor tersebut tidak berbahaya atau menyebabkan serangan kanker,” jelasnya.

Tambahkan Hisham, karena kista ganglion terjadi di bagian tendon, pasien terkadang akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan daerah terlibat, disebabkan oleh gesekan tendon di area sekitar.

“Hal tersebut bagaimanapun tergantung pada individu. Jika tumor tersebut kecil dan tidak banyak, ia tidak akan terasa sakit dan individu hanya akan nampak benjolan yang ada kalanya bertambah besar ketika melakukan aktivitas berat pada anggota yang terlibat.

“Namun, jika tumor tersebut besar, itu akan menyulitkan pergerakan seseorang dan pasien akan sering mengalami rasa sakit di bagian tersebut,” jelasnya.

Pengobatan

Sekitar sepertiga sampai setengah dari kista ganglion akan hilang dengan sendiri tanpa membutuhkan perawatan medis. Ini karena, tumor tersebut dapat tumbuh dan menyusut dengan sendirinya.

Namun, hingga kini, ada dua perawatan yang diaplikasikan terhadap pasien yang mengalami kista ganglion.

“Jika tumor tersebut kecil, pasien akan dirawat menggunakan teknik hisap jarum suntik untuk mengeluarkan cairan tersebut.

“Pasien kemudian akan disuntik dengan suntikan kortiko steroid di daerah tersebut untuk mengurangi radang,” jelasnya.

Namun, benjolan tersebut berpotensi untuk tumbuh kembali.

“Biasanya, kita akan memeriksa ukuran ganglion itu. Jika ukuran tersebut besar dan banyak, pasien mungkin akan menjalani operasi kecil di daerah yang mengalami masalah itu, “katanya.